
Pandan (Humas) MIN 1 Tapanuli Tengah laksanakan Perayaan Isra’ Mi’raj dengan penuh hikmat. Isra’ Mi’raj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang mengajarkan makna mendalam tentang keimanan, ketaatan, dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Di era modern ini, peringatan Isra’ Mi’raj bukan hanya momen untuk mengenang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ajang refleksi terhadap iman dan spiritualitas kita. Dalam perjalanan luar biasa ini, Nabi menerima perintah shalat, yang menjadi simbol penghubung langsung antara manusia dan Allah. Hal ini mengingatkan kita bahwa, di tengah kesibukan dan tantangan zaman modern, menjaga shalat dan kedekatan kepada Allah adalah fondasi yang harus tetap kokoh. (26/01/2025).
Kepala desa Basuki memberikan kata sambutan bahwa acara ini menjadi momentum untuk memperbaharui niat dan semanhat kita dalam beribadah, dan meningkatkan kualitas sholat kita dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Kepala Madrasah Agussalim Batubara, S.Pd.I Menyampaikan kata sambutan bahwa acara ini sudah semaksimal mungkin di persiapkan dengan baik. Siswa/i sudah di latih dengan baik saat acara baik pitado tiga bahasa dan tarian dari siswa/i. Dan kepala Madrasah ucapkan terima kasih banyak kepada Muallim dan Muallimah yang telah mendidik dan membimbing siswa/i kita dengan penuh semangat.
Al Ustad Ansyori menyampaikan dalam ceramahnya di tengah kemajuan teknologi dan gaya hidup serba cepat, banyak orang sering terjebak dalam rutinitas duniawi yang membuat mereka lupa untuk merenungkan tujuan hidup yang sebenarnya. Isra’ Mi’raj mengajarkan bahwa manusia tidak hanya hidup untuk mengejar materi, tetapi juga untuk memperkuat hubungan spiritual. Perjalanan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha, menggambarkan perlunya manusia untuk terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan melampaui batas-batas duniawi. Era modern menawarkan berbagai kemudahan, namun juga menghadirkan tantangan spiritual berupa kelalaian dan kesenangan sementara yang dapat menjauhkan manusia dari nilai-nilai agama.
Al Ustad Ansyori menyampaiak bahwa Hikmah Isra’ Mi’raj juga menanamkan nilai penting tentang ketaatan dan ketundukan kepada Allah. Meskipun manusia tidak dapat memahami sepenuhnya hikmah di balik setiap ketetapan-Nya, seperti kewajiban shalat, perintah tersebut adalah bentuk kasih sayang Allah untuk membimbing umat-Nya menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Dalam konteks modern, melaksanakan shalat tepat waktu dan dengan khusyuk menjadi tantangan tersendiri, namun hal ini sekaligus menjadi bentuk penguatan iman yang dapat menyeimbangkan kehidupan spiritual dan material kita.
Peringatan Isra’ Mi’raj di era modern dapat menjadi momen introspeksi bagi umat Islam untuk mengukur sejauh mana mereka menjalani kehidupan sesuai ajaran Allah. Selain itu, Isra’ Mi’raj mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan solidaritas umat, sebagaimana perjalanan Nabi ke Masjidil Aqsa juga menegaskan hubungan spiritual yang erat dengan umat-umat sebelumnya. Dalam menghadapi berbagai ujian di masa kini, memperkuat iman dan spiritualitas melalui shalat, doa, dan amal kebaikan dapat menjadi solusi untuk menjalani kehidupan yang penuh makna, seimbang, dan diridhai Allah.(KN)