
Pandan (Humas)-MAN 3 Tapanuli Tengah terus menunjukkan ketangguhan dan kekompakan dalam proses pemulihan pasca banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Hari ini memasuki hari keempat belas pasca banji namun semangat warga madrasah tidak sedikit pun surut. Seluruh unsur mulai dari guru dan pegawai bahu-membahu membersihkan fasilitas yang masih tertutup lumpur tebal,Senin(8/12).
Sejak pagi tampak sejumlah guru dan pegawai berkumpul di halaman madrasah sambil membawa peralatan pembersihan. Mereka langsung bergerak menyisir beberapa titik yang masih terdampak, terutama area ruang kelas, selasar serta halaman yang dipenuhi tumpukan lumpur dan material kayu. Kondisi ini memerlukan tenaga ekstra, namun wajah lelah itu tetap dihiasi tekad kuat demi memulihkan madrasah tercinta.
Proses pembersihan hari ini juga difokuskan pada pengangkutan lumpur yang menutup akses menuju beberapa ruang belajar. Secara bergantian warga madrasah mengangkat ember berisi lumpur dan memindahkannya keluar area gedung. Kerja sama yang baik membuat pekerjaan berlangsung lebih cepat meskipun situasi lapangan cukup menantang.
Dengan penuh kepedulian mereka menyapu halaman, membersihkan meja dan kursi serta mengangkat barang-barang yang bisa diselamatkan. Kebersamaan lintas peran tersebut menjadikan proses pemulihan terasa lebih ringan dan penuh makna.
Suasana gotong royong semakin hidup ketika warga madrasah saling memberikan semangat satu sama lain. Sesekali terdengar candaan ringan yang mengundang tawa, menjadi penanda bahwa kondisi sulit tidak mampu menghilangkan kekompakan mereka. Setiap langkah yang dilakukan benar-benar menunjukkan bahwa madrasah adalah rumah bersama yang harus dijaga.
Sejumlah titik prioritas juga menjadi fokus perbaikan, seperti ruang guru, koridor utama serta area perpustakaan yang cukup terdampak. Beberapa perabot yang rusak mulai dipilah, sementara barang-barang yang masih layak digunakan dibersihkan dan dikeringkan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal.
Di sela kegiatan beberapa guru juga terlihat melakukan pendataan kerusakan untuk melengkapi laporan resmi. Pendataan ini penting agar kebutuhan madrasah untuk tahap pemulihan bisa segera disalurkan baik melalui bantuan internal maupun dukungan dari pihak luar yang sudah mulai mengalir.
Semangat warga MAN 3 Tapteng dalam membersihkan lingkungan madrasah tidak hanya mencerminkan kepedulian, tetapi juga menjadi teladan bagi peserta didik tentang pentingnya gotong royong. Situasi pasca bencana menjadi ruang belajar nyata bahwa kebersamaan mampu menumbuhkan kekuatan yang besar.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd, memberikan apresiasi mendalam atas semangat warga madrasah. “Saya sangat bangga melihat kekompakan seluruh keluarga besar MAN 3 Tapteng. Dalam kondisi sulit seperti ini, kebersamaan adalah kunci. InsyaAllah dengan usaha dan doa bersama, madrasah kita akan pulih kembali,” ujarnya.
Dengan penuh harapan seluruh warga MAN 3 Tapteng berkomitmen melanjutkan pemulihan hingga madrasah kembali layak digunakan. Semangat kebersamaan yang terlihat selama empat belas hari terakhir menjadi bukti nyata bahwa bencana tidak mampu meruntuhkan persatuan justru mempererat hubungan dan solidaritas di keluarga besar MAN 3 Tapanuli Tengah.(ms)