
Barus – (Humas) Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah, Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah, Bagian Kesejahteraan Rekyat menggelar lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat madrasah dengan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi ajang bagi seluruh siswa dan guru untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman. Berbagai aspek penilaian meliputi kebersihan kelas, kerapian lingkungan, serta kreativitas siswa dalam memanfaatkan sarana kebersihan. Lomba ini juga menjadi sarana edukasi yang efektif untuk menanamkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan sejak dini. (08/08/2025)
Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah Putri Sahara Nasution, S.STP, MM dan Cutya Rubiah Ummami Am. Keb Pelaksanaan lomba UKS berlangsung meriah dengan antusiasme peserta yang tinggi. Setiap kelas berlomba menampilkan ruang belajar terbaik mereka, lengkap dengan hiasan dinding edukatif dan peralatan kebersihan yang tertata rapi. Guru pendamping turut memberikan arahan kepada siswa untuk mematuhi protokol kebersihan, mulai dari mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, hingga menjaga kebersihan toilet. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa peran aktif semua warga madrasah sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
Selain kebersihan fisik, lomba ini juga menekankan pentingnya pola hidup sehat. Siswa diajak untuk membawa bekal sehat dari rumah, menghindari jajanan yang tidak higienis, serta rutin berolahraga. Panitia lomba menghadirkan sesi edukasi singkat tentang kesehatan oleh tim UKS madrasah, sehingga siswa tidak hanya berkompetisi tetapi juga memperoleh pengetahuan yang bermanfaat. Dengan demikian, lomba ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perilaku hidup sehat di kalangan siswa.
Melalui kegiatan Semarak Lomba UKS tingkat madrasah ini, MIN 1 Tapanuli Tengah berhasil mewujudkan komitmennya untuk menjadi lingkungan pendidikan yang sehat, bersih, dan nyaman. Kerjasama antara guru, siswa, dan pihak madrasah membuahkan hasil yang membanggakan, terlihat dari lingkungan madrasah yang semakin asri dan terawat. Diharapkan, semangat menjaga kesehatan dan kebersihan ini tidak berhenti pada saat lomba saja, tetapi terus menjadi budaya positif yang mengakar di kehidupan sehari-hari seluruh warga madrasah. (KN).