Sigap dan Tangguh, WKM Sarpras MAN 3 Tapteng Kerahkan Upaya Pemulihan Fasilitas

Pandan (Humas)-Pasca banjir bandang yang melanda wilayah Tapanuli Tengah beberapa hari lalu MAN 3 Tapanuli Tengah terus bergerak melakukan pemulihan lingkungan dan fasilitas madrasah yang terdampak. Lumpur tebal dan material banjir yang menumpuk di berbagai sudut area madrasah menjadi tantangan besar yang harus segera ditangani demi kelancaran proses pembelajaran ke depan, Senin(8/12).

Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana Abdul Rahim turun langsung ke lapangan memimpin proses pembersihan dan penataan ulang lingkungan madrasah. Dengan mengenakan pakaian seadanya dan berbekal sekop ia bekerja bersama guru serta tenaga kependidikan untuk mengangkat lumpur dan membersihkan halaman yang sebelumnya terendam air bercampur material banjir.

Kehadiran WKM Sarpras di tengah proses pembersihan memberi motivasi bagi seluruh warga madrasah. Ia tidak hanya mengarahkan tetapi juga ikut bekerja secara fisik, mengangkat lumpur dan memastikan titik-titik prioritas dapat segera dipulihkan. Semangat kerja keras ini mencerminkan komitmen MAN 3 Tapteng untuk bangkit dari musibah yang dialami.

Abdul Rahim menjelaskan bahwa kondisi fasilitas pasca banjir memerlukan penanganan segera dan terkoordinasi. Mulai dari halaman utama, area upacara, saluran air hingga sejumlah ruang dan instalasi pendukung mengalami dampak cukup serius. Menurutnya, pemulihan harus dilakukan bertahap mengingat luas area dan beratnya material yang dibawa banjir.

Ia juga menambahkan bahwa prioritas utama saat ini adalah membuka akses dan membersihkan halaman agar kegiatan madrasah dapat kembali berfungsi dengan aman. Setelah pembersihan dasar selesai, barulah akan dilakukan evaluasi kerusakan pada fasilitas seperti peralatan sekolah, ruang kelas serta sarana pendukung lainnya.

Banjir ini meninggalkan tumpukan lumpur yang cukup tebal dan sulit dibersihkan tanpa kerja keras. Namun kerja sama seluruh guru dan staf terbukti mempercepat proses pemulihan. Sejak pagi, mereka bekerja bahu membahu mengangkut lumpur dan membersihkan area yang terdampak. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi sulit ini.

Meski kegiatan pembersihan memerlukan tenaga ekstra warga madrasah tetap menjalaninya dengan penuh keikhlasan. Bahkan beberapa guru datang lebih awal dan membawa peralatan tambahan untuk mempercepat proses. Kondisi ini menunjukkan kuatnya rasa kepedulian dan rasa memiliki terhadap madrasah.

Menurut Abdul Rahim pihak madrasah juga terus memantau kondisi fasilitas yang mengalami kerusakan permanen agar dapat ditindaklanjuti melalui laporan resmi kepada pihak terkait. Ia berharap ada dukungan lanjutan untuk mengganti dan memperbaiki fasilitas yang tidak bisa lagi digunakan.

Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., mengapresiasi dedikasi dan kerja keras seluruh tim, khususnya WKM Sarpras yang turun langsung memimpin proses pemulihan. Ia menegaskan bahwa kebersamaan adalah kunci utama agar madrasah dapat segera kembali pulih dan siap menyambut kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

Dengan kerja sama yang solid dan semangat yang tidak padam, MAN 3 Tapanuli Tengah perlahan namun pasti mulai bangkit dari dampak bencana. Proses pemulihan terus berjalan dan harapannya madrasah dapat kembali pulih sepenuhnya dalam waktu dekat sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman.(ms)