
Sorkam Kanan (Humas) . Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian dengan melaksanakan ibadah kurban. Bertempat di taman belakang madrasah, satu ekor sapi disembelih pada hari Sabtu, 7 Juni 2025. Kegiatan yang dikoordinir oleh segenap panitia kurban MAN 2 Tapanuli tengah tahun 2025 ini diikuti oleh tujuh orang guru sebagai shohibul qurban.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Abdul Yahya, S.Pd., menjelaskan bahwa ibadah kurban ini memiliki tujuan mulia. “Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama, serta mempererat rasa kebersamaan dan tenggang rasa di antara keluarga besar madrasah dan masyarakat,” ujarnya.
Dari penyembelihan satu ekor sapi tersebut, panitia berhasil mengemas sebanyak 60 paket daging kurban. Paket-paket ini kemudian didistribusikan kepada yang berhak. “Prioritas utama adalah para fakir miskin di lingkungan sekitar. Namun, kami juga membagikannya kepada orang lain yang tidak termasuk fakir miskin, baik yang Muslim maupun non-Muslim sebagai bentuk hadiah untuk mempererat silaturahmi, setelah memastikan semua fakir miskin mendapatkan bagiannya,” jelas yahya.
Beliau juga menyampaikan harapannya bagi semua pihak yang terlibat. “Bagi para shohibul qurban, saya berharap semoga kurbannya diterima oleh Allah SWT sebagai a’malussholihah al kholisshoh lillah (amal saleh yang ikhlas karena Allah), diberikan rezeki yang berkah, sehingga bisa kembali berkurban setiap tahunnya. Sementara bagi para penerima, semoga dapat berterima kasih, merasa senang, bahagia, dan sejahtera, sehingga ke depannya merekapun bisa berbagi dan berkurban,” tuturnya.
Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah, H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Beliau menyatakan bahwa semangat berkurban yang ditunjukkan oleh para guru merupakan cerminan dari nilai-nilai keikhlasan dan kepedulian yang harus terus dipupuk. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah vertikal kepada Allah, tetapi juga menjadi teladan nyata bagi para siswa tentang pentingnya berbagi dengan sesama.
Pelaksanaan kurban di MAN 2 Tapanuli Tengah menjadi bukti nyata sinergi antara ibadah dan kepedulian sosial. Kegiatan yang diinisiasi oleh para guru ini tidak hanya berhasil menyalurkan bantuan kepada 60 penerima manfaat, tetapi juga sukses memperkuat nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan tenggang rasa di lingkungan madrasah. Harapannya, semangat berbagi ini dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika serta masyarakat luas.