Ciptakan Karya Nyata, Siswa Kelas X Man 2 Tapanuli Tengah Praktik Procedure Text

Sorkam Barat (Humas) — Siswa-siswi Kelas X di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah baru-baru ini melaksanakan kegiatan praktik yang menarik dan aplikatif, yaitu penyusunan dan peragaan Procedure Text (Teks Prosedur). Praktik ini merupakan bagian integral dari mata pelajaran Bahasa Inggris, yang bertujuan untuk tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa siswa, tetapi juga mendorong mereka untuk menghasilkan sebuah karya nyata, yang dalam kesempatan ini berfokus pada tata cara membuat makanan atau minuman.14/11

Kegiatan praktik ini diawali dengan tahapan teoretis di mana siswa dibekali pengetahuan mendalam tentang struktur dan ciri-ciri Procedure Text, yang mencakup goals (tujuan), ingredients/materials (bahan), dan steps (langkah-langkah). Setelah itu, siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk memilih resep. Uniknya, praktik ini mewajibkan mereka untuk mempresentasikan langkah-langkah secara lisan dalam Bahasa Inggris, sebelum benar-benar mendemonstrasikan proses pembuatannya di hadapan guru dan teman sekelas.

Antusiasme siswa terlihat jelas selama sesi peragaan. Beragam jenis makanan dan minuman disajikan, mulai dari makanan tradisional Indonesia hingga minuman kekinian yang sedang viral. Guru mata pelajaran Bahasa Inggris, Indah Sri Monica  menjelaskan bahwa hal ini dilakukan agar membuat mata pelajaran bahasa Inggris tidak membosankan. Melalui pembelajaran teks prosedur diharapkan siswa-siswi dapat mengimplementasikan bahasa inggris.

Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah, Muhammad Lufti Siambaton menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan praktik Procedure Text ini. Beliau menekankan bahwa praktik semacam ini sangat penting untuk mewujudkan pembelajaran yang relevan. “Pembelajaran tidak boleh hanya teori. Melalui praktik ini, siswa belajar keterampilan abad ke-21, yaitu kemampuan komunikasi verbal di depan publik, kerja sama tim, dan penerapan bahasa asing dalam konteks kehidupan nyata,” jelasnya.

Kegiatan ini pun menjadi bukti komitmen MAN 2 Tapanuli Tengah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga kompeten dalam penguasaan bahasa dan keterampilan hidup serta diharapkan praktik serupa dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi berbahasa dan kreativitas siswa di masa mendatang.