Di Balik Kesuksesan Peserta Didik Ada Doa dan Dedikasi Guru yang Tak Terlihat

Pandan (Humas). Di sebuah ruang kelas di MAN 3 Tapanuli Tengah proses belajar tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian materi tetapi juga dalam wujud ketulusan, kesabaran dan harapan. Di sanalah Babar Susilawati, S.E., S.Pd.I., seorang guru Bahasa Arab menanamkan lebih dari sekadar ilmu. Ia menanamkan semangat, keyakinan dan mimpi kepada para peserta didiknya,Sabtu(2/5).

Perjalanan itu tidak dimulai dari hal besar. Berawal dari pemanfaatan sebuah platform pembelajaran digital yang menjadi jembatan kolaborasi antara Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Alef Education Babar melihat peluang untuk membawa peserta didiknya melangkah lebih jauh. Selama kurang lebih empat tahun bergabung ia tak hanya belaja tetapi juga membimbing, mendampingi, dan terus memotivasi peserta didik agar berani mencoba dan berkembang.

Sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan potensi peserta didik Babar Susilawati dikenal aktif dan konsisten dalam mengikutsertakan peserta didik binaannya pada berbagai ajang lomba maupun olimpiade Bahasa Arab. Setiap ada kesempatan kompetisi ia tidak pernah melewatkannya. Baginya setiap perlombaan adalah ruang belajar yang berharga untuk mengasah kemampuan, melatih mental serta menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik.

Dengan penuh semangat ia membimbing peserta didik sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan lomba. Tidak hanya memberikan materi tetapi juga membangun motivasi dan keyakinan bahwa mereka mampu bersaing. Partisipasi yang terus dilakukan ini menjadi bukti bahwa dedikasinya tidak hanya berhenti di ruang kelas tetapi juga berlanjut dalam mengantarkan peserta didik meraih pengalaman dan prestasi di berbagai ajang.

Tahun ini sembilan peserta didik binaannya diikutsertakan dalam ajang kompetisi Bahasa Arab tingkat nasional. Prosesnya tidak mudah. Hari-hari mereka diisi dengan belajar, berbagi, berdiskusi dan saling menguatkan. Babar secara konsisten memantau perkembangan peserta didik, baik secara langsung di kelas maupun melalui grup komunikasi, memastikan setiap langkah mereka terarah dan penuh semangat.

Tahap demi tahap dilalui. Dari sembilan peserta didik lima berhasil melaju ke babak semifinal setelah menyelesaikan berbagai tantangan pembelajaran yang ditentukan. Perjalanan belum usai. Dengan kerja keras dan doa yang tak putus, dua peserta didik terbaik Mhd Halomoan Limbong dan Athiyyah Mumtazatul Fakhriya akhirnya berhasil melangkah ke babak final.

Kini keduanya tengah mempersiapkan diri dengan penuh kesungguhan. Mereka kembali menyelesaikan materi pembelajaran dan mendalami soal-soal sebagai bekal menghadapi babak akhir. Di wajah mereka terpancar kebahagiaan sekaligus harapan. Namun di balik senyum itu, tersimpan perjuangan panjang yang tidak selalu terlihat oleh banyak orang.

Bagi Babar Susilawati mengatakan bahwa  keberhasilan ini bukan hanya tentang capaian akhir melainkan tentang proses yang dilalui bersama. Tentang waktu yang dikorbankan perhatian yang diberikan serta doa yang terus dipanjatkan. Ia menyadari bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan dengan tulus akan membawa hasil yang besar pada waktunya.

“Melihat mereka sampai di tahap ini adalah kebahagiaan yang luar biasa. Ini bukan hanya keberhasilan mereka, tetapi juga hasil dari kerja keras bersama,” ungkapnya.

Keberhasilan ini juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MAN 3 Tapanuli Tengah. Dukungan dari berbagai pihak termasuk Kepala Madrasah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., turut menjadi penyemangat bagi guru dan peserta didik untuk terus berprestasi. Lingkungan madrasah yang penuh dukungan menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya generasi yang unggul.

Kini harapan besar tertuju pada dua peserta didik yang akan berlaga di babak final. Doa dan dukungan terus mengali mengiringi setiap langkah mereka. Lebih dari sekadar kompetisi perjalanan ini menjadi bukti bahwa di balik kesuksesan peserta didik selalu ada sosok guru yang bekerja dalam diam dengan doa, dedikasi dan cinta yang tak pernah terlihat namun begitu berarti.(ms)