
Pandan (Humas)-Sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan pascabencana banjir bandang yang melanda Tapanuli Tengah peserta didik MAN 3 Tapanuli Tengah melaksanakan kegiatan perawatan tanaman di area madrasah. Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Cinta Lingkungan yang terus digalakkan untuk menumbuhkan kesadaran menjaga alam sejak dini sekaligus memulihkan kondisi lingkungan madrasah,Jumat(23/1).
Sejak pagi har para peserta didik tampak antusias membawa peralatan kebersihan dan perlengkapan berkebun. Mereka membersihkan area taman dari sisa lumpur dan kotoran, mencabut rumput liar, menggemburkan tanah serta merapikan pot-pot tanaman yang berada di sekitar halaman madrasah.
Tidak hanya itu peserta didik juga melakukan penyiraman tanaman serta menata ulang tanaman hias agar terlihat lebih rapi dan indah. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong, mencerminkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan sekolah yang terdampak banjir.
Suasana kebersamaan begitu terasa ketika para peserta didik saling membantu dan berbagi tugas. Ada yang fokus membersihkan daun kering dan sisa material yang terbawa banjir, ada yang memperbaiki susunan pot dan ada pula yang memastikan tanaman mendapatkan air yang cukup agar tetap tumbuh subur.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi peserta didik tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, terutama setelah bencana alam. Mereka belajar bahwa merawat tanaman bukan hanya soal keindahan tetapi juga bagian dari upaya menciptakan udara yang bersih dan suasana belajar yang nyaman.
Lingkungan madrasah yang hijau dan terawat diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap semangat belajar peserta didik. Dengan suasana yang asri peserta didik dapat merasa lebih tenang dan nyaman selama mengikuti proses pembelajaran meskipun masih dalam masa pemulihan pascabencana.
Pihak madrasah menyambut baik semangat para peserta didik dalam kegiatan ini. Gerakan Cinta Lingkungan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat tetapi juga menjadi kebiasaan yang terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari baik di madrasah maupun di rumah.
Melalui kegiatan ini MAN 3 Tapanuli Tengah menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan tanggap terhadap kondisi sekitar. Semangat menjaga alam diharapkan tumbuh kuat dalam diri setiap peserta didik sebagai bagian dari karakter yang berakhlak dan bertanggung jawab.
Dengan adanya Gerakan Cinta Lingkungan ini diharapkan madrasah akan semakin bersih, hijau, dan nyaman sehingga menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi seluruh warga madrasah meski dalam masa pemulihan pascabencana banjir bandang.
Kegiatan perawatan tanaman ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar peserta didik. Melalui kerja bersama di luar kelas mereka belajar membangun komunikasi yang baik saling menghargai peran satu sama lain serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan madrasah.
Selain memperindah lingkungan gerakan ini turut mendukung terciptanya budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah setelah bencana. Tanaman yang terawat membantu mengurangi debu dan sisa kotoran serta membuat udara di sekitar madrasah terasa lebih sejuk sehingga suasana belajar menjadi semakin kondusif.
Ke depan Gerakan Cinta Lingkungan di MAN 3 Tapanuli Tengah direncanakan akan dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan seluruh warga madrasah. Dengan langkah kecil namun konsisten ini diharapkan kesadaran menjaga lingkungan akan terus tumbuh dan menjadi bagian dari karakter peserta didik.(ms)