Guru MAN 3 Tapanuli Tengah Dibekali Pembinaan untuk Mengoptimalkan Peran Perpustakaan dalam Pembelajaran

Pandan (Humas). Sebagai rangkaian kegiatan kunjungan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara ke MAN 3 Tapanuli Tengah para guru mengikuti pembinaan yang bertujuan mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dan penguatan budaya literasi di lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (29/7/2026) dan dipandu oleh Drs. Alpian Hutauruk, M.Pd.

Pembinaan diikuti oleh seluruh guru MAN 3 Tapanuli Tengah dan berlangsung dengan penuh antusias. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kompetensi pendidik dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana pendukung proses pembelajaran yang inovatif, kreatif dan berpusat pada peserta didik.

Dalam pemaparannya Drs. Alpian Hutauruk, M.Pd. menekankan bahwa perpustakaan tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat menyimpan koleksi buku melainkan sebagai jantung pendidikan yang mampu mendorong lahirnya budaya membaca, berpikir kritis, dan belajar sepanjang hayat. Oleh karena itu guru memiliki peran strategis dalam membimbing peserta didik agar terbiasa memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber informasi dan pengetahuan.

Selain itu para guru juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghadirkan pembelajaran berbasis literasi melalui pemanfaatan berbagai koleksi bacaan yang tersedia di perpustakaan. Dengan demikian proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian mater tetapi juga mampu meningkatkan kemampuan membaca, menganalisis dan menyelesaikan berbagai persoalan secara kritis.

Plt. Kepala Urusan Tata Usaha MAN 3 Tapanuli Tengah Nurazizah Simanungkalit, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas pembinaan yang diberikan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara. Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi para guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih menarik melalui pemanfaatan perpustakaan madrasah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara atas pembinaan yang telah diberikan. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diimplementasikan oleh seluruh guru sehingga perpustakaan benar-benar menjadi pusat belajar yang aktif dan mampu meningkatkan budaya literasi di MAN 3 Tapanuli Tengah,” ujarnya.

Senada dengan itu Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Dahrul Effendi Sitompul menegaskan bahwa keberhasilan penguatan budaya literasi sangat bergantung pada kolaborasi seluruh warga madrasah, terutama guru sebagai penggerak utama dalam proses pembelajaran. Pembinaan ini menjadi bekal yang berharga untuk menciptakan ekosistem belajar yang mendorong peserta didik semakin gemar membaca dan terus mengembangkan wawasan.

“Guru memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan literasi di madrasah. Melalui pembinaan ini kami berharap setiap guru semakin kreatif memanfaatkan perpustakaan sebagai bagian dari proses pembelajaran sehingga peserta didik terbiasa belajar, membac dan mencari informasi secara mandiri,” ungkapnya.

Melalui kegiatan pembinaan ini MAN 3 Tapanuli Tengah semakin menegaskan komitmennya dalam mendukung Gerakan Literasi Madrasah melalui optimalisasi fungsi perpustakaan. Sinergi antara Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara dengan MAN 3 Tapanuli Tengah diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dalam pengembangan budaya literasi sehingga perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kreativitas, inovasi dan prestasi peserta didik.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan para guru. Melalui pembinaan ini diharapkan lahir berbagai praktik pembelajaran berbasis literasi yang semakin memperkuat kualitas pendidikan di MAN 3 Tapanuli Tengah serta mendukung terwujudnya madrasah yang unggul, inovatif dan berbudaya literasi.(ms)