
Sorkam (Humas), Jum’at 9 Mei 2025 – Kepala Kantor Urusan Agama (Ka.KUA) Kecamatan Sorkam H.Ali Wardana A.Pulungan dampingi Kabid Penais Zawa Kanwil Kemenag Sumut Zulfan Efendi ziarah ke makam mahligai dan papan tinggi dalam rangka kunjungan kerja di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Makam Papan Tinggi adalah komplek pemakaman tua Sejarah Islam yang terletak di atas bukit tepatnya di daerah Desa Pananggahan, Kecamatan Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Adapun makam yang terdapat di Makam Papan Tenggi ini berjumlah 5 makam, satu diantaranya makam yang panjangnya sekitar 7 meter, dan ukuran tinggi batu nissannya yakni sekitar 1,5 meter, sementara 4 makan lainnya bersampingan dengan makam utama, yakni panjangnya sekitar 1,5 meter, nisannya terbuat dari batu yang ditegakkan tanpa ada tanda sama sekali.
“Sejarah Makam Papan Tinggi, masyarakat sekitar sering menyebutnya dengan sebutan Makam Papan Tinggi Barus, penyebutan lainnya dalam bahasa Indonesia menjadi Makam Papan Tinggi. Untuk bisa mencapai area makam, harus berjalan sekitar 100 meter dari jalan raya menuju kaki bukit, sesampainya di kaki bukit, harus menaiki anak tangga untuk bisa sampai ke atas bukit, ada ratusan anak tangga yang harus dilalui untuk sampai ke puncak bukit, setidaknya ada sekitar 710 anak tangga. Bukit yang terletak di sebelah timur jalan antara Barus menuju Manduamas”, Ujar Ka.KUA.
Selain dari makam Papan Tinggi Kabid dan Rombongan kembali ziarah ke makam mahligai. Makam ini terdiri dari tumpukan kuburan-kuburan tua yang lokasinya terletak di Desa Aek Dakka. Luas makam ini sekitar tiga hektar dan letaknya hanya sekitar tiga kilometer dari lokasi Makam Syekh Papan Tinggi. Nama “Mahligai” berarti istana kecil. di dalamnya, terdapat makam Syekh Imam Khotil Muazamsyah Biktibai, Syekh Samsuddin Min Biladil Fansury, Syekh Zainal Abidin, Syekh Ilyas, dan para pengikutnya. Selain sebagai tempat wisata, kompleks makam kuno di Barus juga dapat menjadi tempat untuk kegiatan keagamaan dan budaya, seperti acara-acara keagamaan, festival, atau perayaan yang dapat melibatkan masyarakat setempat dan wisatawan.
“Kami hadir di Papan Tinggi Barus ini dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja di Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah sekaligus untuk berziarah ke Makam Syekh Mahmud yang merupakan saudagar muslim sekitar tahun 44 H. dan suatu cagar budaya kita juga dan sebagai tempat destinasi sejarah di Barus dan kami bahagia bisa sampai kemari, apalagi baru pertama sekali berkunjung kesini dan kami juga berharap semoga Jajaran Kanwil Kemenag Sumut dapat juga berkujung dan menyaksikan langsung Makan Syekh Mahmud secara langsug ” Ujar Kabid.