
Pandan (Humas). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, H. Julsukri Mangandar Limbong, S.Ag., M.M., menerima sekaligus memberi bimbingan bagi lima orang Mahasiswa PPL Program Studi Pendidikan Penyuluh Agama dari Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung yang mendapatkan tugas untuk melaksanakan pelatihan kerja langsung di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruangan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (07/03).
Dalam arahannya, Kakan Kemenag menekankan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh agama. Ia menyampaikan bahwa menjadi penyuluh bukan hanya soal menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga tentang bagaimana mendampingi masyarakat dengan pendekatan yang bijaksana. “Sebagai penyuluh, kalian harus bisa memahami kebutuhan masyarakat dan memberikan bimbingan yang sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya kepada para mahasiswa.
Julsukri juga menjelaskan bahwa peran penyuluh agama sangat strategis dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis. Ia menekankan bahwa penyuluh harus memiliki wawasan yang luas dan mampu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kemampuan komunikasi yang baik juga menjadi salah satu kunci utama agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Para mahasiswa menyimak dengan antusias bimbingan yang diberikan oleh Kakan Kemenag. Salah seorang mahasiswa menyampaikan bahwa mereka sangat bersyukur mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari pengalaman dan arahan yang diberikan. “Kami berharap bisa menerapkan ilmu yang kami dapat di sini ketika terjun langsung ke masyarakat,” kata salah satu mahasiswa.
Dalam kesempatan itu, Julsukri juga mengingatkan mahasiswa untuk selalu menjunjung tinggi etika dan moral dalam menjalankan tugas mereka. Ia menegaskan bahwa penyuluh agama harus bisa menjadi sosok yang memberikan solusi bagi masyarakat, bukan justru menambah permasalahan. “Jadilah penyuluh yang membawa kedamaian dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Sebagai penutup, Kakan Kemenag berpesan agar mahasiswa PPL memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ia berharap mereka dapat menggali pengalaman sebanyak mungkin dan menjadikan pelatihan ini sebagai bekal dalam menjalankan tugas di masa depan. “Pelatihan ini adalah langkah awal dalam perjalanan panjang kalian sebagai penyuluh agama. Gunakan waktu ini untuk belajar, bertanya, dan memahami dinamika yang ada di masyarakat,” pungkasnya.