
Pandan (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pandan, Liberny, S.HI turut serta dalam Lokakarya Daring yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI). Acara bertajuk “Gerak Penghulu: Sejuta Pengantin Siap Cegah Stunting” ini diikuti lebih dari 600 peserta penghulu dari tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau, Selasa (01/10).
Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan literasi para penghulu dalam upaya percepatan penurunan stunting (PPS). Program ini menekankan peran penghulu dalam memberikan edukasi kepada calon pengantin terkait pentingnya kesehatan reproduksi dan persiapan pernikahan untuk mencegah stunting, terutama selama masa peri-konsepsi, yaitu 3-6 bulan sebelum pernikahan.
Ka. KUA Pandan menyampaikan apresiasinya kepada BKKBN atas inisiatif ini. “Program ini sangat penting untuk memastikan calon pengantin siap secara kesehatan, khususnya bagi calon ibu, demi generasi yang lebih sehat,” Kata Ka. KUA
“Perkembangan zaman dan generasi saat ini menuntut kolaborasi antar kementerian dan lembaga pemerintah, khususnya dalam pencegahan stunting. Perpres 72 tahun 2021 menjadi dasar kebijakan dengan pendampingan program 3 bulan sebelum menikah. Kemenag telah menerbitkan surat edaran tentang pentingnya pemeriksaan 90 hari sebelum pernikahan, yang diperkuat dengan MoU APRI dan BKKBN sesuai SE Menteri Agama Nomor 02 tahun 2024. Penghulu memiliki peran krusial dalam mendukung program Bangga Kencana dan PPS, serta memastikan calon pengantin melakukan pemeriksaan kesehatan. Penghulu juga berperan penting dalam menciptakan generasi berkualitas dan membantu mencegah stunting”, Tambahnya.
Lokakarya ini juga memperkenalkan penggunaan aplikasi “Elsimil” sebagai alat bantu penghulu dalam memberikan bimbingan pernikahan dan keluarga, sehingga mendukung keberhasilan program pencegahan stunting di Indonesia. Workshop kali ini penuh dengan semangat yang luar biasa dari para peserta. Forum yang dihadirkan menjadi ajang pertukaran gagasan dan pengetahuan. Para peserta bergantian bertanya dan berdiskusi dengan para pembicara, menandakan tingginya antusiasme dan keinginan untuk berperan aktif dalam program nasional ini.
Dengan berakhirnya Angkatan 9 ini, diharapkan seluruh peserta dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh untuk mendukung program percepatan penurunan stunting di daerah masing-masing. Melalui kolaborasi ini, penghulu di seluruh Indonesia diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka stunting, sebuah tantangan besar yang masih dihadapi banyak daerah di Indonesia.