Lumpur Belum Surut, Kepala Madrasah Soroti Kondisi Halaman MAN 3 Tapteng

Pandan (Humas)-Halaman MAN 3 Tapanuli Tengah masih dipenuhi lumpur pascabanjir dan longsor yang melanda wilayah setempat pada awal pekan ini. Meski hujan telah mereda lapisan lumpur tebal masih menggenangi sebagian besar area madrasah. Kondisi ini menjadi perhatian serius Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., yang turun langsung meninjau lokasi pada Kamis pagi.

Dalam peninjauannya Kepala Madrasah melihat bahwa beberapa titik halaman masih belum dapat dilalui karena tertutup lumpur setebal beberapa sentimeter. Situasi ini dikhawatirkan dapat menghambat proses pembelajaran apabila tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat. Beliau menegaskan bahwa keselamatan seluruh warga madrasah tetap menjadi prioritas utama.

Juraida Siregar menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak bencana yang dirasakan madrasah dan masyarakat sekitar. Lumpur yang terus menumpuk bukan hanya mengganggu aktivitas tetapi juga dapat berdampak buruk terhadap kesehatan lingkungan apabila dibiarkan terlalu lama.

Beliau mengajak seluruh guru MAN 3 Tapanuli Tengah untuk bekerja sama membersihkan lumpur yang masih tersisa di halaman madrasah. Ajakan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian dan upaya bersama untuk mempercepat pemulihan lingkungan sekolah. “Mari kita gotong royong. Ini adalah rumah kita bersama,” ujar Kepala Madrasah.

Sejumlah guru terlihat mulai melakukan pembersihan dengan peralatan seadanya, berupaya membuka akses menuju ruang kelas, kantor dan area lain yang terdampak. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap mengingat kondisi tanah yang masih basah dan licin. Meski penuh tantangan para guru tetap menunjukkan semangat tinggi.

Kepala Madrasah mengapresiasi dedikasi para guru yang tidak hanya mengajar tetapi juga turut membantu madrasah bangkit dari dampak bencana. Kerja sama seluruh unsur madrasah menjadi kekuatan utama dalam menghadapi kondisi sulit seperti ini. Beliau menyatakan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.

Selain upaya manual pihak madrasah juga tengah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan lembaga terkait untuk membantu proses pembersihan skala besar. Termasuk di antaranya permohonan dukungan alat berat untuk mengeruk lumpur yang sukar dibersihkan secara manual. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi madrasah.

Kepala Madrasah tetap memastikan bahwa persiapan pembelajaran akan terus dilakukan agar peserta didik dapat kembali belajar dalam kondisi yang aman dan nyaman. Ia berharap proses pembersihan dapat selesai secepat mungkin sehingga aktivitas madrasah bisa kembali berjalan normal.

Beliau juga mengingatkan seluruh warga madrasah untuk berhati-hati terhadap cuaca yang belum sepenuhnya stabil. Dengan potensi hujan susulan ia meminta semua pihak tetap waspada dan menjaga keselamatan diri saat berada di lingkungan madrasah.

Mengakhiri peninjauannya Juraida Siregar menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan adalah kunci untuk memulihkan kondisi madrasah. Dengan kerja sama seluruh guru dan dukungan berbagai pihak ia optimistis MAN 3 Tapanuli Tengah akan segera pulih dan kembali menjadi lingkungan belajar yang nyaman bagi peserta didik.(ms)