MAN 3 Tapanuli Tengah Sinkronkan Data Peserta Didik dengan Program Keluarga Harapan (PKH)

Pandan (Humas).  Dalam upaya menjamin ketepatan sasaran bantuan sosial Pendidikan MAN 3 Tapanuli Tengah menggelar kegiatan sinkronisasi data peserta didik dengan Program Keluarga Harapan (PKH). Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk validasi internal untuk memastikan bahwa seluruh peserta didik yang berasal dari keluarga penerima manfaat terdata dengan akurat dalam sistem kependudukan dan Pendidikan,Senin(6/4).

Kegiatan teknis yang berlangsung di ruang tata usaha ini dipantau langsung oleh Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd. Beliau menegaskan bahwa akurasi data di tingkat madrasah merupakan kunci utama agar program bantuan pemerintah dapat tersalurkan dengan tepat sasaran tanpa kendala administratif.

Dalam arahannya Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd. menyampaikan bahwa sinkronisasi ini sangat penting untuk menyelaraskan data di buku induk madrasah dengan database yang dimiliki oleh pendamping PKH. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya anomali data yang sering kali menghambat peserta didik dalam mengakses hak bantuan pendidikan mereka.

“Kita melakukan kroscek mendalam antara data internal madrasah dengan data riil dari pendamping PKH. Tujuannya jelas yakni memastikan tidak ada hak peserta didik yang terlewatkan hanya karena persoalan teknis sinkronisasi data,” ujar Juraida Siregar.

Proses verifikasi ini melibatkan pemeriksaan intensif terhadap dokumen kependudukan peserta didik yang telah tersimpan di arsip madrasah. Petugas operator madrasah bekerja sama dengan pendamping program di lapangan untuk mencocokkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta ID kepesertaan PKH agar statusnya tervalidasi di sistem pusat.

Juraida Siregar juga menambahkan bahwa madrasah memiliki tanggung jawab proaktif untuk mengawal data sosial para peserta didiknya. Dengan adanya sinkronisasi ini diharapkan segala bentuk bantuan penunjang pendidikan dapat berjalan beriringan dengan status kehadiran dan keaktifan peserta didik di madrasah.

Kerja sama antara MAN 3 Tapanuli Tengah dan pihak pendamping PKH ini juga bertujuan untuk memetakan kondisi ekonomi keluarga peserta didik secara lebih presisi. Hj. Juraida Siregar optimis bahwa keterbukaan informasi antar-instansi ini akan mempermudah koordinasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan pemutakhiran data mendadak.

Selama kegiatan berlangsung tim operator tampak fokus melakukan verifikasi satu per satu pada daftar nama peserta didik yang masuk dalam kategori penerima manfaat. Sinergi teknis ini berjalan efektif karena dilakukan secara digital dan manual untuk memastikan tingkat akurasi yang maksimal.

Juraida Siregar berharap hasil dari sinkronisasi ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh para peserta didik dalam mendukung kelancaran proses belajar mengajar. Beliau menekankan bahwa pelayanan administrasi yang baik adalah bagian dari pelayanan prima madrasah terhadap hak-hak dasar peserta didik.

Sebagai penutup MAN 3 Tapanuli Tengah berkomitmen untuk terus memperbarui data peserta didik secara berkala. Di bawah kepemimpinan Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., madrasah tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga sangat disiplin dalam pengelolaan administrasi sosial demi masa depan peserta didiknya.(ms)