MAN 3 Tapteng Menyapa Peserta Didik Korban Banjir di Tengah Kondisi Sulit

Pandan (Humas)-MAN 3 Tapanuli Tengah kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan menyapa langsung peserta didik yang menjadi korban banjir di Desa Lopian dan Desa Bonalumba Tukka hari ini. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata empati madrasah terhadap peserta didik yang terdampak bencana alam dan masih berjuang menghadapi kondisi sulit pascabanjir, Jumat(13/12).

Kepala MAN 3 Tapanuli Tenga Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd, bersama para Wakil Kepala Madrasah (WKM termasuk WKM Kesiswaan Dahrul Effendi Sitompul serta sejumlah guru turun langsung ke lokasi terdampak. Kehadiran jajaran pimpinan dan pendidik ini menunjukkan komitmen madrasah untuk selalu hadir di tengah peserta didik tidak hanya dalam kegiatan akademik tetapi juga dalam situasi darurat.

Di Desa Lopian dan Desa Bonalumban rombongan MAN 3 Tapteng melihat langsung kondisi rumah peserta didik yang masih dipenuhi lumpur serta sisa material banjir. Lingkungan sekitar tampak belum sepenuhnya pulih, dengan akses jalan yang sulit dan aktivitas warga yang masih terbatas.

Dalam kunjungan tersebut MAN 3 Tapteng menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok kepada peserta didik yang terdampak banjir. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga serta memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan.

WKM Kesiswaan Dahrul Effendi Sitompul menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan karakter peserta didik. Nilai kepedulian sosial, empat dan semangat gotong royong harus ditanamkan melalui tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh peserta didik dan masyarakat.

Para guru yang turut hadir juga memberikan dukungan moril kepada peserta didik agar tetap kuat dan tidak patah semangat. Mereka mengajak peserta didik untuk terus menjaga motivasi belajar meskipun harus menghadapi ujian berat akibat bencana alam.

Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd, dalam keterangannya menyampaikan bahwa madrasah memiliki tanggung jawab moral terhadap peserta didik. Ia menegaskan bahwa kehadiran madrasah di Desa Lopian dan Desa Bonalumban merupakan bentuk kepedulian dan komitmen untuk selalu mendampingi peserta didik dalam kondisi apa pun.

Ia juga mengajak seluruh warga madrasah untuk terus memperkuat rasa kebersamaan dan saling membantu baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari orang tua peserta didik dan warga setempat. Mereka mengapresiasi perhatian dan bantuan yang diberikan oleh MAN 3 Tapteng, yang dinilai sangat berarti di tengah keterbatasan pascabanjir.

Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah berharap peserta didik yang terdampak banjir di Desa Lopian dan Desa Bonalumban dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas belajar dengan semangat. Madrasah berkomitmen untuk terus hadir, peduli dan menjadi bagian dari proses pemulihan peserta didik dan masyarakat.(ms)