
Pandan (Humas). Dalam upaya mempersiapkan peserta didik kelas XII menghadapi Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 mendatang, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tapanuli Tengah) kembali melanjutkan kegiatan Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari kedua, Jumat (10/10). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari strategi madrasah dalam mengukur kemampuan siswa pada bidang akademik serta kesiapan menghadapi seleksi perguruan tinggi negeri (PTN).
Pelaksanaan simulasi hari kedua ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas XII. Suasana tampak kondusif dan tertib sejak pagi dengan peserta didik memasuki ruang ujian sesuai pembagian sesi yang telah ditetapkan panitia. Setiap peserta mengerjakan soal berbasis komputer yang mencakup mata pelajaran sains, sosial, dan bahasa sesuai rumpun jurusan masing-masing.
Wkm Kurikulum Anny Jarian Gultom menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata kepada peserta didik tentang bentuk dan tingkat kesulitan soal TKA yang akan mereka hadapi di SNBT mendatang. “Kami ingin peserta didik terbiasa dengan format dan tekanan waktu yang mirip dengan kondisi ujian sebenarnya. Dengan begitu mereka akan lebih tenang, percaya diri dan terarah saat menghadapi seleksi perguruan tinggi nanti,” ujarnya.
Selain menjadi ajang latihan akademik kegiatan simulasi TKA juga berfungsi sebagai sarana evaluasi proses pembelajaran di madrasah. Dari hasil simulasi ini guru dapat mengetahui sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap materi inti sekaligus merancang strategi pembelajaran lanjutan untuk memperkuat kompetensi yang masih lemah.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik dan guru yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan simulasi ini.“Simulasi TKA bukan sekadar Latihan tetapi bagian dari pembentukan karakter akademik. Kami ingin peserta didik MAN 3 Tapteng memiliki daya juang, disiplin dan semangat belajar yang tinggi agar mampu bersaing di perguruan tinggi negeri terbaik,” tuturnya.
Antusiasme peserta didik terlihat dari kesungguhan mereka mengikuti setiap sesi ujian. Beberapa siswa mengaku bahwa simulasi ini sangat membantu mereka memahami pola soal dan strategi menjawab dengan tepat waktu.
“Soalnya menantang tapi sangat bermanfaat. Kami jadi tahu di mana letak kelemahan kami dan bisa memperbaikinya sebelum ujian sesungguhnya,” ungkap Vishal Tamim.
Guru pendamping Didin Syahrial juga menilai kegiatan ini memberikan dampak positif bagi motivasi belajar peserta didik. Dengan suasana ujian yang dibuat mirip dengan kondisi sebenarnya, peserta didik menjadi lebih fokus dan memahami pentingnya persiapan dini untuk mencapai hasil maksimal.
Melalui kegiatan ini MAN 3 Tapanuli Tengah terus menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi madrasah yang unggul dan kompetitif. Dengan semangat “Madrasah Sumut Juara”, seluruh warga madrasah bertekad untuk menjadikan peserta didik MAN 3 Tapteng tidak hanya siap menghadapi TKA, tetapi juga siap menapaki masa depan gemilang di perguruan tinggi dan dunia kerja.(ms)