
Barus (Humas). Madrasah di seluruh Indonesia kembali melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengukur kemampuan siswa dan meningkatkan mutu pendidikan. ANBK ini di laksanakan di Laboratorium Komputer MAN 1 Tapanuli Tengah, dan siswa MIN 1 Tapanuli Tengah dari Kelas 5 Gelombang 2 sesi 1 dan Sesi 2. Siswa sesi 1 berjumlah 15 orang dan siswa sesi 2 juga 15 orang. Mulai dari hari Rabu sampai dengan hari kamis. (31/10)
Di hari pertama Muallim Kepala MIN 1 Tapanuli Tengah Agussalim Batubara, S.Pd.I menyampaiakan kepada siswa/i agar lebih giat lagi dalam membaca dan menguasai komputer dan tetap semangat dalam belajar. ANBK, yang merupakan bagian dari program Asesmen Nasional, dirancang untuk menggantikan sistem ujian nasional sebelumnya. Dengan menggunakan teknologi komputer, ANBK mengukur berbagai aspek keterampilan siswa, seperti literasi, numerasi, dan karakter, yang dianggap penting untuk menghadapi tantangan di dunia nyata. Pelaksanaan ANBK ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran kualitas pendidikan di madrasah secara menyeluruh.
Hari kedua kamis Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Penmad Kanwil Kemenag Sumut H. Syawaluddin Matondang, S.E, M.M memantau langsung ANBK dan mengatakan semoga ujiannya berjalan dengan lancar dan tetap semangat untuk siswa/i. Pelaksanaan ANBK di madrasah menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan kualitas pendidikan agama yang setara dengan sekolah-sekolah umum. Selain itu, ANBK di madrasah turut mendukung visi pendidikan nasional yang berfokus pada pembelajaran berbasis kompetensi. Dengan adanya ANBK, guru-guru madrasah dapat mengevaluasi metode pengajaran mereka berdasarkan data yang lebih objektif. Hasil ANBK juga membantu dalam merancang strategi peningkatan mutu yang lebih tepat sasaran untuk mendukung perkembangan akademik dan karakter siswa di madrasah.
Tak hanya siswa, para guru dan tenaga pendidik di madrasah pun terlibat aktif dalam mempersiapkan pelaksanaan ANBK. Banyak madrasah telah mengadakan pelatihan intensif dan sosialisasi mengenai cara kerja ANBK agar para siswa lebih siap menghadapi ujian ini. Di beberapa daerah, madrasah juga menghadapi tantangan infrastruktur, seperti ketersediaan komputer dan jaringan internet, namun dukungan dari pemerintah daerah serta pihak swasta telah membantu mengatasi kendala tersebut. Persiapan yang matang ini diharapkan dapat memaksimalkan hasil ANBK dan memberikan data yang akurat mengenai kemampuan siswa madrasah.
Dengan pelaksanaan ANBK di madrasah, diharapkan tercipta iklim pendidikan yang lebih berkualitas dan berorientasi pada kompetensi. Hasil dari asesmen ini tidak hanya berguna bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih baik, tetapi juga bagi madrasah untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Pada akhirnya, ANBK menjadi instrumen penting bagi madrasah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mempersiapkan siswa agar lebih siap menghadapi dunia yang terus berkembang.