Penguatan Moderasi: Penyuluh Agama Kristen Ikuti Pembinaan Intensif.

Pandan (Humas). Sepuluh penyuluh agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah menyelesaikan kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Kristen yang diselenggarakan oleh Bidang Bimas Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara di Hotel Pia Padangsidimpuan, Kamis (31/10).

Pembinaan moderasi beragama ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman para penyuluh mengenai konsep moderasi beragama dan penerapannya dalam masyarakat yang majemuk. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat mengedepankan sikap toleransi, memperkokoh kerukunan, serta mendukung terciptanya keharmonisan antarumat beragama. Kegiatan ini menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang moderasi beragama dan kerukunan.

Pembinaan ini dibagi menjadi beberapa tema pembahasan, dengan setiap tema diisi oleh narasumber yang berbeda-beda sesuai dengan keahlian masing-masing. Melalui kegiatan pembinaan ini, penyuluh mendapatkan panduan yang lebih komprehensif dan praktis dalam menjalankan peran mereka sebagai agen moderasi di tengah masyarakat.

Syamsudin J. R. Batubara, S.Th., salah satu penyuluh agama Kristen yang mengikuti kegiatan ini, menyampaikan pandangannya mengenai manfaat pembinaan moderasi beragama tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai penyuluh, karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya moderasi beragama dalam membina masyarakat yang beragam. Kami jadi lebih siap untuk menghadapi tantangan di lapangan dan membawa pesan toleransi dengan cara yang lebih efektif,” ujarnya.

Penyuluh lainnya, Lisda Maria Br. Manurung, S.Pd.K., juga memberikan pandangannya. Menurutnya, pembinaan moderasi beragama memberikan wawasan yang sangat berarti, terutama dalam memperkuat keterampilan komunikasi dan pendekatan yang diperlukan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kerukunan. Pelatihan ini, menurut Lisda, menjadi bekal penting agar para penyuluh lebih efektif dalam menyampaikan pesan-pesan toleransi dan saling menghormati di tengah masyarakat yang beragam.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran para penyuluh agama Kristen sebagai penggerak dalam membina kerukunan antarumat beragama di Sumatera Utara, khususnya di Tapanuli Tengah. Dengan meningkatnya pemahaman tentang moderasi beragama, para penyuluh diharapkan dapat memberikan dampak positif dan menciptakan suasana damai serta harmonis di lingkungan masyarakat,” ungkap Lisda menutup percakapan.