MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah Gelar Upacara Bendera: Pembinaan Upacara, Tekankan Stop Bullying

Pinangsori (Humas), Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tapanuli Tengah rutinitas Senin pagi menggelar upacara bendera dengan fokus utama pada pencegahan dan penanggulangan kasus bullying di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi langkah nyata madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh siswa. (30/07/2025)

Dalam amanatnya, H.Zufri Ramadhan S.Pd.I selaku WKM II bidang Kesiswaan di MTS Negeri 2 Tapanuli Tengah  menyampaikan pesan yang sangat penting mengenai bahaya bullying. Beliau menjelaskan bahwa bullying tidak hanya menyakitkan secara fisik, tetapi juga dapat menimbulkan trauma psikologis yang berkepanjangan pada korban.

“Bullying adalah tindakan yang sangat keji dan tidak dapat ditoleransi. Kita semua harus bersatu untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan dan perundungan,” tegas Zufri

Pembina upacara juga memaparkan berbagai bentuk bullying yang sering terjadi di kalangan siswa, seperti: bullying fisik, verbal.

Selain itu, pembina upacara juga menjelaskan dampak buruk bullying bagi korban, pelaku, dan lingkungan sekolah. Korban bullying sering mengalami gangguan emosi: Depresi, kecemasan, rendah diri, dan stres. Masalah fisik: Sakit kepala, sakit perut, gangguan tidur, dan penurunan nafsu makan. Masalah sosial: Mengisolasi diri, kesulitan berteman, dan prestasi akademik menurun.

Untuk mengatasi masalah bullying, madrasah mengajak seluruh siswa, guru, dan staf untuk berperan aktif. Beberapa solusi yang ditawarkan antara lain: meningkatkan kesadaran: Melalui kegiatan sosialisasi, workshop, dan kampanye anti-bullying. Membangun komunikasi yang terbuka: Menciptakan suasana yang aman bagi korban untuk melaporkan tindakan bullying. Memberikan sanksi tegas: Bagi siswa yang terbukti melakukan bullying akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan sekolah. Memberikan dukungan kepada korban: Melalui konseling dan pendampingan psikologis.

Doni Saputra siswa kelas IX-4, yang mengikuti upacara, mengaku tergugah dengan pesan yang disampaikan. “Saya jadi lebih sadar akan pentingnya menghormati teman dan tidak melakukan tindakan bullying. Saya akan mengajak teman-teman lain untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik,” ujarnya.

Kawati S Pd kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tapanuli Tengah menegaskan bahwa madrasah akan terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari bullying. “Kami akan terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menangani kasus bullying. Kami berharap seluruh warga madrasah dapat berperan aktif dalam mewujudkan madrasah yang aman dan nyaman,” pungkasnya.A.W