
Pandan (Humas) — Patut diapresiasi! Meski sudah menjadi ibu rumah tangga, keinginan kuat belajar mengaji tidak bisa dipandang sebelah mata. Kaum ibu-ibu yang berada di Desa Sitio-tio Hilir sangat antusias meskipun notabene suaminya adalah nelayan.
Di usianya yang sudah lanjut, mereka tetap rutin belajar mengaji kepada seorang Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pandan. Pembinaan dilaksanakan setiap hari Senin sampai dengan hari Sabtu pukul 10.00 WIB sd 11.00 WIB di rumah warga Desa Sitio-tio Hilir secara bergiliran.
Alhamdulillah, Ibu-ibu yang mengikuti belajar mengaji 10 orang. Demikian disampaikan penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Pandan, Eka Priyanti, usai membimbing dan memberikan pembelajaran kepada ibu-ibu, Rabu (14/5).
Eka Priyanti mengatakan, program khusus belajar Iqra sampai saat ini masih terus berlanjut. Dan alhamdulillah sekarang sudah ada yang pindah Al-Qur’’an. “Ibu-ibu ini usianya sekitar 40 hingga 60-an. Kebanyakan sudah bisa membaca huruf hijaiyah. Hanya pengetahuan tentang tajwidnya masih kurang,” ujar Eka Priyanti yang biasa dipanggil Umi Eka
Berbekal semangat untuk menambah ilmu, respons dari jamaah ketika ada program belajar membaca Al-Qur’an sangat baik dan antusias. Melihat semangat ibu-ibu belajar mengaji, membuat hatinya terenyuh, bercampur dengan kebahagiaan.
Melihat semangat para ibu-ibu lansia yang mana sebenarnya kita ketahui disibukkan dengan aktivitas rumah tangga dan kegiatan lainnya tapi masih terus semangat dan mau terus menuntut ilmu agama menjadi motivasi bagi kita untuk selalu memberikan nilai lebih atau yang terbaik kepada para ibu-ibu. “Bimbingan ini murni kita lakukan setiap hari kecuali Ahad yang sudah menjadi tugas seorang penyuluh agama Islam. Dan gratis tanpa dipungut biaya,” kata Eka Priyanti menegaskan.
Eka Priyanti pun komitmen dan terus mengajak para ibu-ibu supaya sama dengan dirinya berkomitmen hadir di setiap pertemuan dengan niat karena Allah untuk sama-sama mendapatkan keberkahan dari keutamaan bagi orang yang berlajar Al-Quran.