
Pandan (Humas). Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, Bas Anggiat Hamonangan Sinaga, S.Th., kembali melaksanakan penyuluhan kepada anak-anak Panti Asuhan Sion dengan mengusung motto “Belajar, Bermain, dan Tertawa Bersama.” Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman rohani yang menyenangkan serta menanamkan nilai-nilai kebenaran kepada anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Panti Asuhan Sion, Aek Horsik, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (06/03).
Dalam penyuluhan ini, Bas menyampaikan materi yang berfokus pada pentingnya menerima ajaran dan terus bertumbuh dalam hikmat, sebagaimana tertulis dalam Amsal 9:9. Ia menjelaskan bahwa orang benar adalah mereka yang selalu terbuka untuk belajar dan memperbaiki diri. “Belajar bukan hanya soal menambah pengetahuan, tetapi juga bagaimana kita menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Kegiatan semakin menarik dengan adanya kuis cerdas cermat Alkitab yang dikemas dalam format benar-salah. Penyuluh Kristen ini membacakan berbagai pernyataan yang berkaitan dengan ajaran Alkitab, dan anak-anak diminta menentukan apakah pernyataan tersebut benar atau salah. “Melalui permainan ini, kita bisa menguji seberapa jauh pemahaman kita tentang firman Tuhan dengan cara yang menyenangkan,” jelasnya.
Anak-anak tampak antusias dalam mengikuti kuis tersebut. Mereka dengan cepat mengangkat tangan untuk menjawab, bahkan beberapa di antaranya saling berdiskusi sebelum menentukan jawaban. Suasana ceria dan penuh semangat pun menyelimuti kegiatan ini. Salah satu peserta menyatakan bahwa permainan ini membuat mereka semakin memahami isi Alkitab dan merasa lebih percaya diri dalam belajar firman Tuhan.
Menurut Bas, metode penyuluhan yang kreatif dan interaktif sangat penting, terutama dalam pelayanan kepada anak-anak. “Penyuluhan tidak harus selalu dalam bentuk ceramah. Dengan menggabungkan unsur bermain dan interaksi, anak-anak bisa lebih mudah menyerap pesan yang disampaikan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Bas berharap anak-anak Panti Asuhan Sion semakin termotivasi untuk mengenal Tuhan lebih dalam, tidak hanya melalui pembelajaran di panti, tetapi juga dalam setiap aspek kehidupan mereka. Ia menekankan bahwa memahami firman Tuhan harus disertai dengan penerapan nyata dalam sikap dan perbuatan sehari-hari. Dengan belajar, bermain, dan tertawa bersama, Bas ingin anak-anak merasakan bahwa firman Tuhan bukanlah beban, melainkan sukacita yang menuntun mereka menjadi pribadi yang lebih baik. Ia pun mengajak mereka untuk terus haus akan hikmat dan kebenaran, sebagaimana yang diajarkan dalam Amsal 9:9, agar kelak mereka dapat menjadi generasi yang berakar kuat dalam iman dan kasih.