
Pandan (Humas)-Suasana pembinaan keagamaan di madrasah berlangsung penuh perhatian ketika salah satu peserta didik Adzkia Putri Maulida kelas XI 2 menyampaikan kisah keteladanan Sunan Gresik di hadapan teman-temannya. Dalam penyampaiannya ia mengangkat peristiwa sholat istisqa yang dilakukan Sunan Gresik sebagai bentuk ikhtiar dan doa memohon turunnya hujan saat masyarakat mengalami kekeringan Panjang,Rabu(28/1).
Peserta didik menjelaskan bahwa Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim, dikenal sebagai ulama yang sangat peduli terhadap kondisi sosial masyarakat. Ketika wilayah tempat beliau berdakwah dilanda kemarau panjang hingga berdampak pada pertanian dan kebutuhan air Sunan Gresik mengajak masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui sholat istisqa serta memperbanyak doa dan istighfar.
Dalam kisah tersebut disampaikan bahwa ajakan Sunan Gresik tidak hanya sebatas pelaksanaan ibadah tetapi juga diiringi dengan nasihat agar masyarakat memperbaiki akhlak mempererat persaudaraan serta menjauhi perbuatan yang merusak. Ia menanamkan keyakinan bahwa pertolongan Allah akan datang kepada hamba-Nya yang mau berusaha dan bertobat dengan sungguh-sungguh.
Dengan penuh kerendahan hati Sunan Gresik memimpin masyarakat dalam doa bersama. Tidak lama setelah itu atas izin Allah hujan pun turun membasahi bumi yang kering. Peristiwa ini semakin menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap ajaran Islam yang disampaikan dengan kelembutan, keteladanan serta kepedulian nyata terhadap kehidupan sosial.
Pesan utama yang ditekankan peserta didik dalam penyampaiannya adalah pentingnya menjadikan doa sebagai kekuatan spiritual sekaligus memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan Sunan Gresik menunjukkan bahwa seorang pendidik dan pendakwah harus hadir sebagai solusi bagi masyarakat, bukan hanya melalui kata-kata tetapi juga melalui tindakan dan kepedulian.
Para guru dan peserta didik yang hadir menyimak dengan penuh perhatian. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa sejarah para ulama terdahulu sarat dengan nilai-nilai keimanan kepedulian sosial, serta semangat menebar kebaikan dan ilmu yang patut diteladani oleh generasi muda masa kini.
Melalui kegiatan pembinaan seperti ini madrasah berharap peserta didik semakin termotivasi untuk memperkuat ibadah, memperbaiki akhlak serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, sebagaimana dicontohkan oleh Sunan Gresik dalam kisah sholat istisqa tersebut.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya madrasah dalam menanamkan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman. Dengan mengangkat kisah para wali dan ulama terdahulu peserta didik tidak hanya belajar sejarah tetapi juga memahami makna keteladanan yang relevan dengan kehidupan mereka saat ini.
Diharapkan melalui pembiasaan kegiatan keagamaan yang positif lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga kuat dalam iman, lembut dalam akhlak serta peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Nilai-nilai inilah yang terus ditanamkan agar peserta didik mampu menjadi penerus yang membawa kebaikan di masa depan.(ms)