Peserta Didik MAN 3 Tapanuli Tengah Implementasikan Kurikulum Berbasis Cinta melalui Kegiatan Peduli Lingkungan

Pandan (Humas). Suasana kebersamaan tampak mewarnai lingkungan MAN 3 Tapanuli Tengah saat peserta didik melaksanakan kegiatan peduli lingkungan melalui kerja bakti dan penataan area madrasah. Dengan penuh semangat, peserta didik bersama guru bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah, merapikan taman, serta menata berbagai fasilitas agar lingkungan belajar menjadi lebih bersih dan nyaman,Jumat(29/5).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang diterapkan di MAN 3 Tapanuli Tengah. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna tersebut peserta didik diajak untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan, sesama dan madrasah sebagai tempat menuntut ilmu.

Peserta didik terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka bekerja sama membersihkan halaman mengumpulkan sampah hingga menata kembali lingkungan madrasah agar tampak lebih rapi dan asri.

Salah seorang peserta didik kelas X-1 Toppana Putra Doli Harahap mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan peduli lingkungan tersebut. Kegiatan kerja bakti memberikan pengalaman berharga tentang pentingnya menjaga kebersihan dan bekerja sama dengan teman-teman di lingkungan madrasah.

“Kegiatan ini membuat kami lebih peduli terhadap lingkungan sekolah. Kami belajar bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab bersama sebagai warga madrasah,” ungkap Toppana.

Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya diterapkan melalui proses pembelajaran di dalam kelas tetapi juga melalui pembiasaan sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Juraida mengatakan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab, disiplin dan memiliki rasa empati terhadap lingkungan sekitar.

“Kami ingin peserta didik memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian dari nilai cinta dan tanggung jawab bersama. Dari kegiatan seperti ini peserta didik belajar tentang kebersamaan, kepedulian dan pentingnya menjaga lingkungan tempat mereka belajar,” ujar beliau.

Kegiatan kerja bakti tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara peserta didik dan guru. Suasana penuh kekeluargaan terlihat selama kegiatan berlangsung, di mana seluruh warga madrasah saling bekerja sama tanpa membedakan tugas masing-masing.

Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, kegiatan tersebut diharapkan mampu menanamkan budaya peduli lingkungan yang dapat diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-har baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta MAN 3 Tapanuli Tengah terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga penguatan karakter dan nilai kemanusiaan.

Dengan adanya kegiatan peduli lingkungan tersebut MAN 3 Tapanuli Tengah berharap peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang cinta kebersihan, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki semangat gotong royong dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.(ms)