
Pandan (Humas). Peserta didik MAN 3 Tapanuli Tengah tampil penuh semangat dalam mengikuti kegiatan sosialisasi edukasi kesehatan dan mitigasi bencana alam maupun non-alam yang diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (19/9).
Kegiatan ini menjadi pengalaman berbeda bagi para siswa, sebab mereka tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik lapangan. Berbagai materi diberikan, mulai dari Resusitasi Jantung Paru (RJP), pertolongan pertama, hingga simulasi evakuasi bencana.
Bagi peserta didik, kesempatan belajar langsung dari tenaga kesehatan profesional memberikan kesan mendalam. Salah satu peserta didik kelas XII Arafah mengaku awalnya merasa gugup ketika diminta mempraktikkan RJP di depan teman-temannya. Namun, dengan bimbingan tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, rasa gugup itu berubah menjadi pengalaman berharga.
“Awalnya saya takut salah, tapi ternyata instruktur sangat sabar membimbing kami. Saya jadi lebih percaya diri. Sekarang saya tahu bagaimana langkah-langkah dasar untuk menolong orang yang tidak sadar atau henti napas. Ini ilmu yang bisa menyelamatkan nyawa,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Sementara itu, Rizky, peserta didik kelas XII, menilai kegiatan ini membuatnya lebih peka terhadap pentingnya kesiapsiagaan.
“Biasanya kalau dengar kata bencana, kita hanya membayangkan ketakutan. Tapi di sini kami belajar bahwa ada banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk menolong orang lain, bahkan menyelamatkan diri sendiri. Menurut saya, pelatihan seperti ini sebaiknya diadakan lebih sering agar kami semakin siap,” ungkapnya.
Pendapat berbeda datang dari Nurhalima Ami Sitompul peserta didik kelas XII, yang merasa kegiatan ini menumbuhkan semangat kebersamaan.
“Saat simulasi evakuasi, kami harus bekerja sama dalam kelompok. Ternyata menolong orang bukan hanya soal kekuatan fisik, tapi juga komunikasi dan kekompakan. Saya jadi belajar bahwa kesiapsiagaan bencana itu melatih kita untuk peduli pada sesama,” tuturnya.
Tak hanya itu, Hamid juga mengaku termotivasi untuk menjaga pola hidup sehat setelah mengikuti sesi edukasi kesehatan.
“Materi tadi bukan hanya tentang bencana, tetapi juga bagaimana menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Saya jadi sadar bahwa tubuh sehat itu modal utama menghadapi situasi apapun. Kalau tubuh kita kuat, kita lebih siap dalam keadaan darurat,” katanya.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., menyambut dengan bangga respon positif dari peserta didiknya. Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini justru terlihat dari bagaimana peserta didik mampu menyuarakan pendapat mereka sendiri.
“Antusiasme anak-anak luar biasa. Dari cerita mereka, kita bisa melihat bahwa ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik nyata yang suatu saat bisa menjadi penentu keselamatan,” ungkapnya.
Kamad juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata madrasah dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan dan kebencanaan. “Kami berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah yang telah hadir membimbing anak-anak kami. Sinergi pendidikan dan kesehatan ini harus terus berlanjut agar generasi muda siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tambahnya.
Dengan beragam pengalaman dan pendapat dari para peserta didik, kegiatan sosialisasi ini berhasil menanamkan kesadaran bahwa edukasi kesehatan dan mitigasi bencana bukan sekadar materi pelajaran tambahan, melainkan keterampilan hidup yang sangat penting.
Melalui kegiatan ini, peserta didik MAN 3 Tapanuli Tengah kian mantap menyebut diri mereka sebagai generasi sehat, cerdas, peduli, dan tanggap darurat, yang siap menjadi bagian dari solusi ketika masyarakat membutuhkan.(ms)