
Pandan (Humas)-Banjir bandang yang melanda wilayah Tapanuli Tengah pada awal pekan membawa dampak serius bagi sejumlah fasilitas pendidikan termasuk MAN 3 Tapanuli Tengah. Setelah air mulai surut kondisi lingkungan madrasah tampak dipenuhi lumpur, sampah dan genangan air yang mengganggu aktivitas. Untuk memulihkan kondisi tersebut para guru MAN 3 Tapteng langsung bergerak melakukan gotong royong Bersama, Senin(8/12).
Kegiatan gotong royong dimulai sejak pagi hari dengan melibatkan seluruh guru, pegawai serta beberapa staf tata usaha. Mereka terlihat kompak membawa alat kebersihan masing-masing seperti sapu, sekop, ember hingga selang air. Kebersamaan ini menunjukkan kepedulian para guru terhadap madrasah serta pentingnya menjaga lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.
Para guru langsung menyasar area yang paling terdampak seperti halaman utama, ruang Tata Usaha, ruang kelas serta beberapa sudut madrasah yang dipenuhi lumpur dan puing. Beberapa guru terlihat membersihkan lantai yang licin, sementara yang lain memindahkan perabotan yang perlu dijemur karena terendam air banjir. Meski kondisi cukup melelahkan, mereka tetap bekerja dengan penuh semangat.
Gotong royong ini juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antar guru. Sesekali terdengar gelak tawa yang mencairkan suasana di tengah pekerjaan berat. Semangat ini menunjukkan bahwa kebersamaan mampu menjadi kekuatan besar ketika madrasah menghadapi situasi darurat seperti bencana alam.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh guru yang terlibat. Beliau menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan kepedulian para guru yang tidak hanya berperan dalam proses pembelajaran tetapi juga dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan madrasah.
Juraida juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Ia berharap agar seluruh warga madrasah tetap berhati-hati dan selalu menjaga kesehatan, terutama setelah melakukan aktivitas fisik yang cukup berat dalam proses pembersihan lingkungan.
guru dan beberapa pegawai turut membantu meringankan pekerjaan. Kehadiran mereka menambah kekuatan dalam proses pembersihan sehingga area madrasah dapat kembali kondusif untuk digunakan. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang tangguh.
Gotong royong ini juga menjadi inspirasi bagi peserta didik. Meskipun belum dilibatkan secara penuh kegiatan tersebut memberikan contoh nyata tentang pentingnya nilai kebersamaan, kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Guru berharap peserta didik dapat ikut belajar dari teladan yang diberikan.
Proses pembersihan berlangsung hingga sore hari dan menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Banyak area yang sebelumnya tertutup lumpur kini kembali bersih dan siap digunakan setelah penataan ulang. Meski beberapa fasilitas masih membutuhkan perbaikan langkah awal pemulihan ini memberikan dampak positif bagi keberlangsungan kegiatan madrasah.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang kuat MAN 3 Tapanuli Tengah optimis dapat pulih sepenuhnya dalam waktu dekat. Para guru berharap kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal sehingga peserta didik dapat melanjutkan kegiatan tanpa hambatan. Musibah ini menjadi pelajaran berharga bahwa solidaritas adalah kekuatan terbesar dalam menghadapi bencana.(ms)