
Pandan (Humas)-Kerja bakti yang dilaksanakan di MAN 3 Tapanuli Tengah pada Kamis, 27 Noember 2025 pagi hingga sekarang ini berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Kegiatan ini digelar sebagai langkah cepat memulihkan kondisi madrasah setelah terdampak banjir bandang yang menyisakan lumpur serta sampah di berbagai sudut lingkungan. Para guru, pegawai dan staf madrasah turun tangan membersihkan area yang terdampak dengan penuh keikhlasan.
Yang menarik perhatian pada kegiatan ini adalah kehadiran langsung Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., yang ikut bekerja bersama guru dan pegawai. Beliau tidak hanya memberikan arahan tetapi benar-benar terjun langsung memungut sampah, mengangkat perabotan hingga menyemprot lantai yang dilapisi lumpur. Sikap ini memberikan motivasi besar bagi seluruh warga madrasah.
Guru-guru yang hadir mengaku sangat terinspirasi oleh keteladanan kepala madrasah. Melihat pemimpin turun langsung bekerja membuat suasana kerja bakti terasa lebih ringan dan menyenangkan. Banyak yang menyampaikan bahwa kehadiran beliau mendorong mereka untuk bekerja lebih giat demi mempercepat pemulihan madrasah dari dampak banjir.
Kegiatan kerja bakti dimulai dari area jalan utama menuju madrasah sampai ke halaman utama yang menjadi area paling terdampak. Lumpur tebal menutupi lantai dan menghalangi jalur masuk peserta didik. Para guru saling bahu-membahu membersihkan area tersebut dengan menggunakan sekop, sapu dan selang air. Mereka memastikan jalur utama kembali bersih dan aman digunakan.
Setelah area jalan utama menuju me madrasah selesai dibersihkan kegiatan berlanjut ke ruang Tata Usaha dan beberapa ruang kelas yang sempat terendam dan halaman madrasah. Perabotan yang basah dipindahkan ke luar ruangan untuk dijemur sementara lantai digosok bersama-sama agar kembali bersih. Kepala madrasah juga terlihat memberikan arahan terkait penataan ulang dokumen dan barang-barang yang terdampak.
Dalam kesempatan tersebut Juraida Siregar menyampaikan bahwa kerja bakti ini bukan hanya kegiatan kebersihan tetapi juga bentuk solidaritas dan kebersamaan seluruh warga madrasah. Musibah banjir bandang harus dijadikan pelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kerja sama dalam menjaga lingkungan madrasah.
Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru dan pegawai yang sudah hadir dan berpartisipasi aktif. Juraida menegaskan bahwa pemulihan madrasah adalah tanggung jawab bersama dan kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan MAN 3 Tapanuli Tengah dalam menghadapi berbagai tantangan.
kerja bakti ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi peserta didik. Meskipun peserta didik belum dilibatkan secara langsung para guru meyakini bahwa melihat contoh dari pimpinan dan tenaga pendidik akan menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab terhadap lingkungan madrasah. Nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan menjadi pembelajaran penting di luar kelas.
Kegiatan kerja bakti berlangsung hingga siang hari dan menunjukkan hasil yang signifikan. Lingkungan madrasah yang semula dipenuhi lumpur kini tampak jauh lebih bersih dan rapi. Meski beberapa fasilitas masih membutuhkan perbaikan, langkah awal ini menjadi momentum penting untuk memulai pemulihan.
Dengan semangat kebersamaan yang kuat dan teladan kepemimpinan yang menginspirasi dari kepala madrasah MAN 3 Tapanuli Tengah optimis dapat kembali pulih sepenuhnya. Para guru berharap kegiatan belajar mengajar dapat segera berjalan normal sehingga peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang aman, bersih dan nyaman.(ms)