
Pandan(Humas). Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tapanuli Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan bakat dan minat peserta didik, khususnya di bidang olahraga. Hal ini terlihat dari sinergi yang terjalin antara pihak madrasah dengan orang tua dalam persiapan keberangkatan peserta didik untuk mengikuti Lomba Pencak Silat Tingkat Nasional yang akan digelar pada Oktober 2025 mendatang, Selasa(16/9).
Pertemuan koordinasi yang berlangsung antara orang tua dan pihak madrasah dilaksanakan sebagai bentuk kebersamaan dalam memastikan kesiapan peserta didik sebelum berangkat mengikuti ajang bergengsi tersebut. Dalam pertemuan ini dibahas berbagai hal penting, mulai dari kesiapan fisik dan mental peserta didik, teknis keberangkatan, akomodasi, hingga dukungan moril dan materil dari orang tua maupun pihak madrasah.
Madrasah menekankan bahwa keberhasilan peserta didik dalam sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan oleh keterampilan dan teknik yang dimiliki, tetapi juga oleh dukungan lingkungan, termasuk peran serta keluarga. Oleh karena itu, koordinasi dengan orang tua dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan semua kebutuhan peserta didik dapat terpenuhi dengan baik.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah, Muallimah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi yang tinggi kepada orang tua yang hadir dan mendukung penuh putranya. Ia menegaskan bahwa pencak silat bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga sarana untuk membentuk karakter, melatih kedisiplinan, serta menguatkan nilai-nilai budaya dan sportivitas.
“Keikutsertaan peserta didik kita dalam ajang nasional ini merupakan sebuah kebanggaan bagi madrasah. Kami sangat mengapresiasi dukungan orang tua yang telah bersinergi dengan pihak madrasah. Harapan kami, anak-anak dapat tampil percaya diri, menjunjung tinggi nilai sportivitas, serta membawa pulang prestasi yang membanggakan,” ujar Kepala.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kerja sama dan doa dari seluruh pihak, baik guru, orang tua, maupun peserta didik sendiri. Menurutnya, keberangkatan ke ajang nasional tidak hanya tentang meraih medali, tetapi juga tentang pengalaman berharga yang akan memperkaya perjalanan hidup peserta didik.
Orang tua peserta didik menyambut baik langkah koordinasi ini. Mereka menyampaikan komitmen untuk terus mendukung putranya, baik dalam hal motivasi maupun kebutuhan selama keberangkatan. Bagi orang tua, kesempatan mengikuti ajang nasional ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga pengalaman berharga yang akan menempa mental dan karakter anak-anak mereka.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat hubungan emosional antara madrasah, peserta didik, dan orang tua. Dengan adanya komunikasi dan kerja sama yang baik, setiap langkah persiapan dapat dilakukan dengan matang. Hal ini sejalan dengan visi madrasah yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mendukung pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh, termasuk dalam bidang olahraga dan seni bela diri tradisional.
Keikutsertaan peserta didik MAN 3 Tapanuli Tengah dalam Lomba Pencak Silat Tingkat Nasional diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berprestasi di bidang masing-masing. Dengan dukungan orang tua, guru, serta seluruh warga madrasah, keberangkatan ini diharapkan mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan sekaligus mengharumkan nama madrasah dan daerah di kancah nasional.(ms)