Siswa MIN 6 Tapanuli Tengah Berkompetisi dalam Olimpiade Madrasah Indonesia 2025 di MAN 3 Tapanuli Tengah

Pandan (Humas) Rabu, 10 September 2025 – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah, siswa-siswa terbaik dari MIN 6 Tapanuli Tengah turut berpartisipasi dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 yang diselenggarakan di MAN 3. Ajang ini merupakan integrasi dari Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES), yang bertujuan untuk mengembangkan bakat siswa di bidang sains, sosial, dan pendidikan agama Islam. Turut berhadir di acara pembukaan, Kepala Kantor Kemenag Kab Tapanuli Tengah, Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah Tingkat MI, MTS, dan MA, dan Seluruh Peserta yang akan mengikuti olimpiade.

OMI 2025 mengusung tema “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju dan Berdaya Saing Global.” Tema ini menegaskan komitmen madrasah dalam menjawab tantangan zaman dengan menggabungkan pendidikan agama, ilmu pengetahuan, dan teknologi .

Kompetisi ini dibagi berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) seperti MIN 6 Tapanuli Tengah, mata pelajaran yang dilombakan meliputi Matematika, dan IPAS. Peserta yang Mengikuti Olimpiade Terdiri dari berbagai madrasah yang berada dinaungan Kemenag kab Tapanuli Tengah baik Negeri maupun Swasta.

Kepala MIN 6 Tapanuli Tengah, Masyhur Tanjung, Menyampaikan bahwa  OMI bukan hanya sekadar lomba akademik, tetapi juga sarana untuk membangun karakter, sportivitas, dan daya saing global. Ia berharap para juara di tingkat kabupaten dapat melanjutkan kompetisi ke level provinsi, nasional, hingga internasional. Ungkapnya

Selanjutnya, Kepala Madrasah Juga berharap Kepada Siswa MIN 6 Tapanuli Tengah yang Mengikuti Olimpiade Ada yang mendapat Juara agar bisa Mewakili Kab Tapanuli Tengah ke Tingkat provinsi. Ungkapnya.

Partisipasi siswa MIN 6 Tapanuli Tengah dalam OMI 2025 diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga untuk membentuk pribadi yang tangguh, cerdas, dan siap bersaing di tingkat global. Ajang ini juga menjadi bukti nyata komitmen Kemenag dalam mencetak generasi unggul yang mampu menghadapi tantangan masa depan .