
Tapanuli Tengah — Siswa kelas 3 dan 4 MIN 7 Tapanuli Tengah melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin (P5RA) dengan semangat dan antusias. Pada kegiatan kali ini, para siswa diajak untuk berkreasi membuat penghapus papan tulis dari kain perca, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan nilai kemandirian.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Kamis (19/6) ini dipandu langsung oleh guru pendamping dan dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan suasana yang penuh semangat gotong royong. Kain perca yang digunakan berasal dari sisa potongan kain tidak terpakai, yang kemudian dibentuk dan dijahit menjadi penghapus papan tulis yang sederhana namun fungsional.
Kepala MIN 7 Tapanuli Tengah, Hj. Juslaini Munthe, S.Ag., MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kreativitas, kebermanfaatan, serta sikap cinta lingkungan sejak dini. “Dengan memanfaatkan kain bekas menjadi alat yang berguna, anak-anak tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat P5RA, yaitu menciptakan pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik, cinta kebersihan, serta mampu berinovasi sesuai dengan ajaran Islam.
Para siswa tampak senang dan bangga dengan hasil karya mereka. Di akhir kegiatan, setiap kelompok mempresentasikan penghapus buatan mereka dan menjelaskan proses pembuatannya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MIN 7 Tapteng terus tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, bertanggung jawab, serta peduli terhadap lingkungan dan sesama.