
Pandan (Humas) — MAN 1 Tapanuli Tengah memulai langkah nyata menyambut Kurikulum Berbasis CINTA dengan memasang spanduk besar di halaman kantor guru, Kamis, 1 Agustus 2025. Pemasangan ini merupakan bentuk sosialisasi awal kepada seluruh warga Madrasah tentang arah baru pendidikan Madrasah yang mengedepankan nilai-nilai kasih sayang dan karakter kuat.
Spanduk tersebut menampilkan dengan jelas tema “Kurikulum Berbasis CINTA” sebagai tindak lanjut dari Keputusan Dirjen Pendis Nomor 6077 Tahun 2025. Kurikulum CINTA sendiri merupakan akronim dari Cerdas, Inklusif, Nurturing (mengasuh), Tangguh, dan Adaptif. Kurikulum ini lahir dari semangat membangun pendidikan Madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mendalam secara emosional dan spiritual.
Kepala MAN 1 Tapanuli Tengah, Elmaryanti Marbun, S.Ag., M.Hum, menyampaikan bahwa Madrasah siap menjalankan kurikulum ini dengan sungguh-sungguh. “Kami menyambut baik kurikulum ini dan siap melaksanakannya secara bertahap. Ini sejalan dengan visi Madrasah yang ramah, santun, dan peduli,” ujarnya dengan optimis.
Kurikulum Berbasis CINTA mengajak seluruh guru untuk mendidik dengan pendekatan yang lebih humanis—mendidik dengan cinta, membimbing dengan hati, dan membangun ketangguhan karakter siswa. Ini bukan sekadar mengganti silabus, tetapi memperkuat budaya belajar yang inklusif, penuh kasih, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Spanduk yang dipasang menjadi pemantik diskusi, semangat, dan perhatian semua warga Madrasah. Sosialisasi visual ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu guru dan siswa untuk mendalami lebih jauh makna kurikulum baru. Ke depan, MAN 1 Tapteng akan mengagendakan pelatihan guru, penyesuaian perangkat ajar, dan evaluasi berkala.
Langkah ini menjadi bukti bahwa MAN 1 Tapanuli Tengah siap menjadi pelopor pendidikan yang tidak hanya mendidik otak, tetapi juga menyentuh hati. Kurikulum CINTA bukan hanya slogan, tetapi komitmen bersama untuk membangun madrasah yang mencetak generasi tangguh, cerdas, dan berjiwa kasih.