Kepala Madrasah Tekankan Keutamaan Surah Al Fatihah dalam Pembinaan Peserta Didik

Pandan (Humas) – Dalam kegiatan pembinaan rutin yang digelar di halaman madrasah pada Rabu pagi Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., menyampaikan arahan penting kepada seluruh peserta didik mengenai keutamaan Surah Al-Fatihah. Pembinaan yang berlangsung dengan khidmat tersebut menjadi momen penguatan spiritual bagi para peserta didik sebelum memulai aktivitas belajar, Rabu(19/11).

Kepala Madrasah menekankan bahwa Surah Al-Fatihah merupakan induk dari Al-Qur’an dan menjadi bacaan wajib dalam setiap rakaat shalat. Beliau mengingatkan para peserta didik agar memahami makna, kandungan dan hikmah yang terdapat di dalamnya sehingga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau juga menjelaskan bahwa Surah Al-Fatihah bukan sekadar bacaan hafalan tetapi juga doa yang mengandung permohonan petunjuk, rezeki, Rahmat dan perlindungan dari jalan yang sesat. Pemahaman yang benar terhadap surah ini diyakini akan membentuk pribadi peserta didik yang lebih berakhlak mulia dan memiliki kedekatan spiritual yang kuat.

Dalam arahannya Kepala Madrasah turut mengajak para peserta didik untuk memperbaiki kualitas bacaan, tajwid dan penghayatan ketika membaca Al-Fatihah terutama saat melaksanakan shalat. Juraida memperbaiki bacaan adalah langkah penting untuk menyempurnakan ibadah yang menjadi kewajiban setiap Muslim.

Juraida mengingatkan bahwa Al-Fatihah juga memiliki keutamaan sebagai syifa atau penyembuh baik bagi penyakit lahir maupun batin. Hal ini berdasarkan beberapa riwayat yang menjelaskan bahwa surah tersebut dapat menjadi wasilah kesembuhan jika dibaca dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT.

Para peserta didik terlihat antusias mendengarkan pembinaan yang disampaikan oleh kepala madrasah. Banyak di antara mereka yang mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai makna mendalam di balik setiap ayat Surah Al-Fatihah yang selama ini sering mereka baca tanpa benar-benar menghayatinya.

Kamad berharap agar pembinaan seperti ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh peserta didik untuk meningkatkan ketakwaan dan kedisiplinan dalam menjalankan ibadah. Beliau menegaskan bahwa kecerdasan spiritual harus berjalan seiring dengan kecerdasan akademik agar peserta didik tumbuh menjadi generasi yang berkarakter kuat.

Beliau mengajak para guru untuk terus memberikan bimbingan terkait pemahaman Al-Qur’an kepada para peserta didik baik melalui pembelajaran formal maupun kegiatan keagamaan di madrasah. Sinergi antara guru dan peserta didik dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang religius dan harmonis.

Juraida kembali menekankan bahwa Surah Al-Fatihah adalah kunci awal seorang Muslim dalam berhubungan dengan Allah SWT. Oleh karena itu para peserta didik diminta untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri melalui pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam Surah Al-Fatihah. Diakhir kegiatan Kepala Madrasah memberikan apresiasi kepada pelaksana apel kelas X 4. (ms)