
Pandan (Humas)-Hari kedua penyaluran bantuan bagi peserta didik terdampak banjir kembali dilaksanakan oleh para guru MAN 3 Tapanuli Tengah Kamis,11 Desember 2025 Dengan penuh semangat dan kepedulian para guru turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan yang dihimpun dari keluarga besar madrasah tersalurkan dengan baik kepada para siswa yang membutuhkan.
Para guru telah berkumpul di madrasah untuk mempersiapkan paket donasi yang berisi kebutuhan pokok serta bantuan tambahan yang dinilai mendesak untuk kondisi darurat. Setelah melakukan pendataan ulang dan memastikan lokasi tujuan rombongan guru bergerak menyusuri beberapa titik terdampak di Kecamatan Tukka dan sekitarnya.
Lokasi yang dituju hari ini meliputi wilayah Tukka, Hutanabolon dan sekitarnya. Banyak di antara peserta didik yang rumahnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat banjir beberapa hari sebelumnya. Kondisi lingkungan yang masih basah dan berlumpur tidak menyurutkan langkah para guru untuk memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan peserta didik.
Setiap kali rombongan tiba di rumah peserta didik suasana haru sering kali tidak dapat dihindari. Para orang tua menyambut kedatangan guru dengan rasa syukur dan ucapan terima kasih. Bagi mereka kunjungan ini bukan hanya membawa bantuan materi tetapi juga menghadirkan dukungan moral yang sangat berarti di tengah situasi sulit.
Beberapa peserta didik tampak terkejut dan bahagia ketika mendapati gurunya datang membawa paket bantuan. Mereka mengaku merasa diperhatikan dan didukung oleh madrasah terlebih dalam kondisi darurat yang membuat aktivitas belajar menjadi tidak normal. Hal ini sekaligus menjadi bentuk nyata dari perhatian MAN 3 Tapanuli Tengah terhadap keberlangsungan pendidikan peserta didiknya.
Di salah satu lokasi rombongan guru mendapati kondisi rumah salah satu peserta didik yang masih dipenuhi lumpur. Guru dengan sigap membantu orang tua mengangkat beberapa barang yang masih bisa diselamatkan sebelum menyerahkan paket bantuan. Momen ini menggambarkan betapa kepedulian guru tidak hanya berhenti pada ruang kelas tetapi hadir dalam kehidupan nyata peserta didik.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh guru yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran guru di lapangan bukan hanya sebagai bentuk bantuan tetapi juga sebagai wujud nyata pengabdian dan kepedulian terhadap seluruh peserta didik madrasah. “Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak merasa sendirian menghadapi bencana ini. Madrasah akan selalu hadir untuk siswanya,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan hari kedua ini merupakan lanjutan dari donasi yang berhasil dihimpun dari guru, pegawai dan sejumlah pihak yang peduli dengan kondisi peserta didik MAN 3 Tapteng. Kepala madrasah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada madrasah untuk menyalurkan bantuan tersebut.
Para guru pun menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus dilanjutkan selama masih ada peserta didik yang membutuhkan. Mereka berkomitmen untuk terus hadir dan mengabdikan diri memastikan setiap bantuan terkirim dan memberikan semangat kepada peserta didik agar tetap kuat serta siap kembali mengikuti pembelajaran setelah situasi membaik.
Melalui kegiatan penyaluran donasi hari kedua ini MAN 3 Tapanuli Tengah kembali menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya sekadar mengajar, tetapi juga menghadirkan kepedulian, empati dan kebersamaan. Aksi kemanusiaan yang dilakukan para guru menjadi bukti bahwa pengabdian mereka tidak berbatas ruang dan waktu, melainkan hadir di mana pun peserta didik membutuhkan.(ms)