
Sorkam Kanan (Humas)-Siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tapanuli Tengah menunjukkan semangat tinggi dalam kegiatan kepramukaan yang dilaksanakan pada Senin, (14/10/2024). Kali ini, mereka belajar tentang sandi-sandi kepramukaan, salah satu materi penting dalam pramuka yang melatih keterampilan berpikir, ketelitian, dan kekompakan tim.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota pramuka dari kelas X hingga kelas XII di halaman sekolah. Di bawah bimbingan para pembina pramuka, siswa diajarkan berbagai jenis sandi yang sering digunakan dalam kepramukaan, seperti Sandi Morse, Sandi Semaphore, Sandi Kotak, dan Sandi Angka. Para siswa tampak antusias mempelajari setiap sandi dengan penuh semangat, sembari berlomba-lomba memecahkan pesan-pesan rahasia yang dikirim oleh Pembina dalam bentuk sandi
Salah satu pembina pramuka, Kak Kurnia, menjelaskan bahwa pelajaran sandi ini bukan hanya sekadar mengasah kemampuan komunikasi, tetapi juga melatih logika berpikir. “Dengan belajar sandi, anak-anak dilatih untuk berpikir kritis, teliti, dan bekerja sama dalam tim. Mereka harus bisa memahami dan menyampaikan pesan dengan benar, serta belajar memecahkan masalah sandi dengan cepat,” ujarnya.
Salah satu siswa kelas XII Alfin Hutapea, mengaku sangat senang dengan pelajaran sandi ini. “Awalnya agak susah, terutama saat belajar Sandi Morse. Tapi setelah latihan beberapa kali, saya dan teman-teman jadi lebih paham dan merasa tertantang untuk bisa lebih cepat menerjemahkan pesan,” katanya dengan penuh semangat.
Selain belajar sandi, kegiatan kepramukaan di MAN 2 Tapanuli Tengah juga bertujuan untuk membentuk karakter siswa agar lebih disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab. Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah, H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd, yang turut memantau kegiatan tersebut, menyampaikan pentingnya pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda. “Melalui pramuka, kita mengajarkan anak-anak nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, dan kerja sama yang sangat penting bagi masa depan mereka,” tegasnya.
Kegiatan belajar sandi kepramukaan ini diakhiri dengan permainan kelompok yang menantang para siswa untuk mempraktikkan sandi yang telah dipelajari. Suasana keceriaan dan semangat kompetitif sangat terasa saat setiap kelompok berusaha memecahkan sandi dengan cepat dan akurat.