
Pandan (Humas) – Kepala MAN 1 Tapanuli Tengah, Elmaryanti Marbun, S.Ag., M.Hum., mengikuti Zoom Meeting ITHLAQ dalam rangka Hari Santri ke-10 Tahun 2025 yang diselenggarakan pada Senin, 22 September 2025, pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Kegiatan ini juga dirangkai dengan agenda ASTAHASA serta mendengarkan langsung bimbingan dan arahan Menteri Agama RI, H. Kiai Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Lc.
Dalam arahannya, Menteri Agama menekankan pentingnya peran santri, madrasah, dan pesantren sebagai motor penggerak ekoteologi di Indonesia. Menurut beliau, menjaga kelestarian lingkungan adalah bagian dari implementasi iman dan ibadah. “Hari Santri tidak hanya momentum meneguhkan peran santri dalam sejarah bangsa, tetapi juga mendorong santri untuk hadir sebagai pelopor dalam gerakan penyelamatan bumi,” tegas Menag.
Kegiatan ini sekaligus meneguhkan komitmen Kementerian Agama dalam mengarusutamakan program Eco-Masjid dan Madrasah Hijau sebagai bentuk pengejawantahan ekoteologi. Madrasah diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat edukasi lingkungan yang menumbuhkan kesadaran ekologis bagi peserta didik.
Kepala MAN 1 Tapanuli Tengah, Elmaryanti Marbun, menyambut baik arahan tersebut. Menurutnya, MAN 1 Tapanuli Tengah siap mendukung program Madrasah Hijau dengan mengintegrasikan nilai-nilai ekologi ke dalam pembelajaran dan kegiatan siswa. “Kami ingin menjadikan madrasah ini tidak hanya tempat belajar ilmu agama dan sains, tetapi juga laboratorium kehidupan yang mengajarkan kepedulian terhadap alam,” ujarnya.
Dengan semangat Hari Santri ke-10, kegiatan ITHLAQ dan ASTAHASA ini menjadi momentum penting bagi madrasah dan pesantren untuk terus menguatkan peran spiritual sekaligus sosial dalam menjaga kelestarian bumi melalui nilai-nilai ekoteologi.